
Jayasakti, WartaGlobal.id - Dugaan Kongkalikong ditepis Kepala Sekolah (Kepsek), pasalnya dia juga tidak mengetahui siapa pelaksana atau pemborongnya, sebab pelaksanaan pengecoran sangat singkat, kurang lebih dari proses pengukuran, pengecoran hingga pengecetan dilakukan sekitar 3 hari hampir mirip pekerjaan Sangkuriang.
Hingga saat ini pun Kepsek atau pihak Sekolah tidak pernah ada komunikasi dengan kontraktor/pelaksana kegiatan dari Cv Luhung Jaya Mukti.
"Iya saya juga kaget tiba-tiba udah kelar aja pengecoran nya, pas pagi saya datang ke sekolah", jelas Kepsek kepada awak media (07-11-2026)
Kepsek juga menjelaskan bahwa sebagai orang yang bertanggung jawab atas Sekolah dan nantinya lapangan tersebut akan menjadi aset sekolah, dia juga akan mengawasi ketat proses pekerjaan yang dilakukan oleh Cv Luhung Jaya Mukti, dan apa bila nantinya kegiatan tersebut akan merugikan Sekolah sebagai penerima, Kepsek tidak akan menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST), Kepsek juga akan layangkan Surat aduan ke Dinas terkait, guna membantu dan mendukung pemerintah mengawasi pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah di wilayah kerjanya.
"Saya disini sebagai kepala sekolah, yang bertanggung jawab segala sesuatu di sekolah SD Negeri Jaya sakti 04, tidak melarang atau menghalangi kegiatan, tetapi jika ada kecurangan pelaksana saya berhak untuk memberi teguran, jika tidak dihiraukan, saya akan bersurat ke dinas dinas Terkait, guna membantu Pemerintah mengawasi pembangunan", lanjutnya
Saat ini pekerjaan sudah tahap pengecatan, dari pantauan dilapangan pengecatan diduga tidak maksimal alias tidak merata bahkan terlihat banyak retakan retakan diduga akibat beton terlalu tipis dan tidak dilakukan penyiraman atau perawatan setelah dicor, beton diduga langsung di cat.
Sampai saat ini pelaksana pengawas konsultan tidak terlihat dilokasi proyek tersebut, yang ada hanya pekerja saja.
Jika demikian Dugaan Kongkalikong pengawas konsultan dengan pelaksana makin menguat, diduga Pemerintah membayar pengawas konsultan sia-sia, atau diduga pengawas konsultan makan gaji buta.
Masyarakat muaragembong juga ikut berkomentar, Pemerintah Kabupaten bekasi segera lakukan evaluasi para pengawas konsultan, Pemerintah jangan sampai membayar orang yang tidak berkerja sebagai mana pungsinya. Juga memblokir Perusahaan-perusahaan CV/PT yang nakal.
(Anto)
.jpg)
No comments:
Post a Comment