
MUARAGEMBONG-BEKASI, WartaGlobal.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin kesehatan siswa, justru menimbulkan keresahan warga di wilayah Desa Jaya Sakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jaya Sakti 06 dikeluhkan warga karena pengelolaan sampah yang jorok dan tidak profesional. Sisa makanan, sampah plastik, dan limbah dapur diduga dibuang sembarangan di pinggir jalan lalu dibakar begitu saja.
Akibatnya, bau busuk dan asap pembakaran menyengat pemukiman warga setiap hari. Warga menyebut SPPG tersebut tidak taat aturan kebersihan dan lingkungan.
"Setiap hari bau sampah dibakar, asapnya masuk rumah. Sisa makanan MBG dibuang di pinggir jalan, di mana higienisnya? Ini makanan buat anak-anak sekolah kita," keluh warga Jaya Sakti kepada awak media, Minggu (28/9/2026).

Kondisi dapur SPPG Jaya Sakti 06 yang terlihat jorok sebagaimana dalam foto yang diterima redaksi, menimbulkan keraguan besar terhadap higienitas dan kelayakan makanan yang didistribusikan kepada para siswa-siswi.
Warga mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) kebersihan dan pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta Dinas Kesehatan.
"Kalau tempat masaknya saja jorok, sampah dibuang sembarangan, bagaimana makanan yang diberikan ke anak-anak bisa dijamin bersih dan higienis? Kami ragu," tambah warga lain.
Warga juga meminta Sekolah-sekolah yang menerima MBG dari sppg Jayasakti 06 menolak, sebelum ada korban, Korwil Pendidikan Kecamatan Muaragembong diharapkan bertindak cepat.
Warga mendesak Camat Muaragembong dan Kepala Puskesmas setempat untuk segera melakukan sidak kebersihan dan menindak tegas SPPG yang tidak taat aturan. Jika sppg Jayasakti 06 terbukti tidak memenuhi standar pengelolaan limbah sampah, warga meminta operasionalnya dievaluasi bahkan ditutup.
(Anto)
KALI DIBACA



.jpg)
No comments:
Post a Comment