3.261 Penerima Manfaat, SPPG Citamiang Andalkan UMKM Lokal Untuk Suplai Bahan BakuPURWAKARTA, WARTA GLOBAL, ID— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citamiang, Kabupaten Purwakarta, terus menjalankan pelayanan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok bahan baku.kamis (8/10/2026)
Pada Agustus 2026, SPPG Citamiang tercatat melayani sekitar 3.261 penerima manfaat. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, sejumlah komoditas diupayakan berasal dari pelaku UMKM lokal, khususnya dari wilayah Cijati dan Citamiang.
Untuk kebutuhan ayam potong, pasokan didatangkan dari wilayah Darangdan serta sejumlah daerah di luar Kecamatan Citamiang. Sementara kebutuhan buah dan sayuran, salah satunya dipasok oleh UMKM milik Tika.

“Saya merasa bangga telah bisa terlibat untuk memenuhi program pemerintah dengan memasok SPPG, khususnya dari Desa Citamiang,” ujar Tika.
Kepala SPPG Citamiang sekaligus Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kecamatan Maniis, Rizal Muhamad Taufik, mengatakan SPPG Citamiang telah berjalan sekitar satu tahun.
Menurut Rizal, pelaksanaan program dilakukan dengan mengikuti ketentuan dan regulasi yang diterapkan pemerintah.
“Saya patuhi segala sesuatunya dari regulasi dan program yang diterapkan,” kata Rizal.
Ia menambahkan, dalam pengelolaan dan distribusi program, SPPG Citamiang telah menggunakan aplikasi SIPGN sebagai bagian dari sistem yang diterapkan dalam pelaksanaan program.
Selain SPPG Citamiang, terdapat empat dapur lainnya yang melayani kebutuhan sekitar 14.800 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Maniis.
Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah hal yang membutuhkan penyelesaian, terutama berkaitan dengan NPSN serta dasar penempatan sementara bagi sejumlah satuan pendidikan.
Disebutkan, sekitar delapan sekolah TK dan PAUD masih membutuhkan kejelasan mengenai surat penempatan sementara untuk mendukung pelaksanaan program.
Persoalan tersebut diharapkan dapat segera memperoleh solusi dan kepastian dari pihak terkait agar pelayanan pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak usia dini, dapat berjalan optimal tanpa terkendala persoalan administrasi.
Di sisi lain, keterlibatan UMKM lokal dalam penyediaan bahan baku menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem program. Selain membantu memenuhi kebutuhan operasional SPPG, pola tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat di sekitar wilayah pelayanan.
Dengan demikian, keberlanjutan program bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga bagaimana rantai pasok bahan baku dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.**(RK)
KALI DIBACA



.jpg)
No comments:
Post a Comment