Bawa Investasi Bodong, Camat Muaragembong Hanya Minta Maaf di Grup Whatsapp, Korban Minta Pertanggungjawaban Camat - Warta Global Jabar

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Bawa Investasi Bodong, Camat Muaragembong Hanya Minta Maaf di Grup Whatsapp, Korban Minta Pertanggungjawaban Camat

Monday, 2 March 2026
Kabupaten Bekasi, WartaGlobal.id — Sejumlah Korban di wilayah Muaragembong melaporkan dugaan kerugian akibat mengikuti investasi bodong, melalui aplikasi bernama OpaLP yang dibawa oleh Camat Muaragembong Dr. Sukarmawan M.Pd, yang diduga tidak memiliki izin resmi.

Peristiwa ini kini menjadi Viral Masyarakat setempat, dan menunggu pertanggungjawaban Camat selaku pembawa awal yang diduga Investasi bodong yang kini membuat beberapa Warga Muaragembong mengalami kerugian mulai dari 1.800.000 hingga ada yang mencapai puluhan juta rupiah. 

Kami mencoba mendatangi Kantor Camat Muaragembong guna mendapat informasi lebih banyak, Camat saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah membawa dan memperkenalkan salah satu Aplikasi yang diduga adalah investasi bodong melalui aplikasi OpaLP ke Muaragembong. 

"Benar saya yang membawa dan memperkenalkan aplikasi OpaLP" Jawab Camat Dr. Sukarmawan M. Pd, ( Senin 2 Maret 2026) 

Ia juga mengakui bahwa dapatkan komisi atau bonus reperal apabila mendapatkan anggota dan melakukan top-up investasi minimal 1.800.000 per Anggota baru. Dan setelah viral Camat mengatakan kepada awak media, bahwa itu adalah investasi bodong. 

"saya nyatakan dan ternyata itu sebuah investasi bodong dengan menipu mengelabui sangat indah dan sangat bagus" Jelas Camat

Dugaan sementara dengan kurang lebih 80 anggota yang sudah mendaftar, Camat diduga sudah mendapatkan keuntungan bonus anggota alias bawahan, mencapai puluhan juta rupiah.

Salah satu tokoh Masyarakat angkat bicara terkait dugaan investasi bodong yang di perkenalkan oleh Camat Muaragembong, menurutnya Camat Muaragembong harus mempunyai tanggung jawab selaku pembawa awal aplikasi tersebut kepada para Warga yang telah menjadi Korban. 

Menurut nya Sebagai seorang Pemimpin dan bergelar Doktor, wajib mempunyai tanggung jawab, karena diduga akibat ulah nya yang telah membawa dan memperkenalkan investasi melalui aplikasi, hingga beberapa Warga Muaragembong mengalami kerugian jutaan hingga puluhan juta rupiah. 

Ia juga mengatakan akan bersurat kepada Bupati, untuk segera merespon kasus di Kecamatan Muaragembong yang diduga melibatkan Camat dan beberapa anak buahnya, apabila Bupati tidak merespon, Ia akan bersurat ke Gubernur hingga ke Presiden. 

"Saya akan melayangkan surat resmi kepada Bupati Bekasi. Jika Camat tidak bertanggung jawab mengganti kerugian para korban, dia tidak layak lagi menjabat. Jika Bupati tidak segera bertindak, kami akan melaporkan masalah ini ke Gubernur bahkan Presiden," Jelas Basuni  (2/3/2026) 

(Anto/tim) 


KALI DIBACA

No comments:

Post a Comment