JAKARTA – Warta Global ID
Dunia saat ini dinilai tidak sedang bergerak menuju perdamaian, melainkan meluncur tanpa kendali menuju potensi kehancuran global. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel disebut bukan lagi sekadar konflik regional, tetapi berpotensi menjadi pemicu perang dunia ketiga.
“Armageddon di depan mata. Dunia sedang bermain dengan api kehancuran,” ungkap Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM. (ASH), Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional).
Menurut ASH, situasi global tidak bisa dipandang secara sederhana. Iran dinilai bukan aktor tunggal, melainkan memiliki keterkaitan strategis dengan kekuatan besar seperti Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara—negara-negara yang memiliki kepentingan geopolitik dalam menantang dominasi Barat.
Ia mengingatkan, jika terjadi kesalahan kecil dalam konflik, seperti salah sasaran dalam serangan militer, maka bukan tidak mungkin aliansi global akan ikut terseret, memicu konflik berskala besar.
Lebih lanjut, ASH menggambarkan kondisi dunia saat ini seperti “ladang kering yang siap terbakar”. Ia menyoroti sejumlah konflik yang masih berlangsung, seperti perang Rusia-Ukraina, meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan, serta rivalitas militer di Laut China Selatan.
“Ini bukan kebetulan, melainkan pola. Dunia sedang terfragmentasi ke dalam blok-blok kekuatan yang saling berhadapan, mengingatkan pada masa-masa paling kelam dalam sejarah,” tegasnya.
ASH juga menyoroti ancaman paling serius, yaitu kemungkinan penggunaan senjata nuklir. Menurutnya, dalam era modern, keputusan emosional atau kesalahan perhitungan kecil dapat berujung pada bencana besar.
“Kita berbicara tentang kehancuran kota dalam hitungan detik, korban jiwa dalam jumlah besar, hingga dampak lanjutan seperti nuclear winter yang dapat mengancam kehidupan di bumi,” ujarnya.
Ia juga mengkritik sikap elit global yang dinilai lebih fokus pada persaingan kekuasaan dibandingkan upaya menjaga perdamaian dunia.
“Retorika perang terus meningkat, anggaran militer bertambah, sementara diplomasi semakin melemah. Dunia tidak lagi dipimpin oleh kebijaksanaan, tetapi oleh ambisi dan ketakutan,” sindir ASH.
Dalam pandangannya, jika situasi ini terus berlanjut, maka perang dunia ketiga bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan dapat menjadi kenyataan yang tak terhindarkan.
ASH menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh tinggal diam. Sebagai negara dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia diharapkan mampu menjadi penyeimbang dan mendorong upaya de-eskalasi konflik global.
“Dunia membutuhkan suara moral. Indonesia harus berani mengambil peran dalam mendorong perdamaian, karena perang bukan solusi, melainkan jalan menuju kehancuran,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, ASH mengingatkan bahwa sejarah telah berulang kali menunjukkan runtuhnya peradaban akibat konflik dan keserakahan.
“Pertanyaannya, apakah umat manusia akan mengulangi kesalahan yang sama, atau memilih berhenti sebelum semuanya terlambat?” pungkasnya.
---
Sumber: ASH
Editor: Tim Redaksi
KALI DIBACA



.jpg)
No comments:
Post a Comment