Diduga Dana Sapras Puluhan Juta Hilang Sekolah Kumuh, Guru Minta Siswa-siswi Patungan Beli Cat - Warta Global Jabar

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Diduga Dana Sapras Puluhan Juta Hilang Sekolah Kumuh, Guru Minta Siswa-siswi Patungan Beli Cat

Thursday, 3 September 2026

Muaragembong, WartaGlobal.id – Dunia Pendidikan kembali dicoreng, dengan adanya dugaan pungutan yang tidak masuk akal dilakukan oleh oknum Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Muaragembong (MuGe). 

Kami mendapatkan aduan dari beberapa narasumber diduga adanya pungutan 5000 rupiah per siswa, diduga alasannya untuk membeli cat untuk Sekolah. 

"Kami diminta patungan sama wali kelas untuk beli cat. Karena kelas sudah kusam katanya, butuh perbaikan," ujar salah satu siswa, Rabu [3/9/2026].

Menurut dari sumber data diduga Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Muaragembong, menganggarkan dan menerima dana pemeliharaan Sarana dan Prasarana (Sapras) Rp 32.340.300 dan Rp 11.662.000 di dua periode berbeda, dengan anggaran sebesar ini seharusnya Sekolah sudah sangat baik terutama di Saprasnya. 

Hal ini menjadi perhatian besar, Sekolah Negeri yang seharusnya sudah dibiayai oleh Pemerintah, tetapi diduga cari alasan buat narik pungutan dari siswa, kalau memang benar adanya, hal ini sudah mencoreng Dunia Pendidikan. Kalau dilihat diduga total dana sekolah dalam data mencapai Rp 140.655.400 dan Rp 126.194.900

Selain Sapras, kini beberapa anggaran lain juga disorot publik:
1.  *Pengembangan Perpustakaan*: Rp 8.047.800 dan Rp 19.783.900
2.  *Pembayaran Kehormatan*: Rp 16.200.000 dan Rp 23.200.000 
3.  *Kegiatan Ekstrakurikuler*: masuk dalam "kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler" Rp 19.220.000 dan Rp 15.717.500

Warga dan orang tua siswa mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten segera turun tangan dan melakukan audit. 

"Kalau papan informasi saja tidak ada, bagaimana publik bisa mengawasi?" kata salah seorang wali murid.

Aturan Permendikbud mewajibkan sekolah memasang papan informasi penggunaan dana BOS agar bisa diakses publik.

Kami terus berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak sekolah, terkait adanya dugaan pungli dan beberapa pos anggaran BOS SMPN 2 Muaragembong yang diduga fiktif. 

Next... 



KALI DIBACA

No comments:

Post a Comment