
BEKASI, WartaGlobal.id — Penyelidikan kasus tewasnya dua siswa SDIT Ibnul Jazari di kolam renang Babelan, Kabupaten Bekasi, masih belum menunjukkan titik terang. Meski telah berlalu lebih dari tiga bulan, belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Saat dikonfirmasi awak media usai kegiatan press release pengungkapan kasus di Polsek Babelan, Kamis (13/11/2025), Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustofa memberikan jawaban singkat saat ditanya sejauh mana perkembangan penanganan kasus tersebut.
“Belum, masih lanjut,” ucap Mustofa singkat sebelum meninggalkan lokasi.
Upaya wartawan untuk menanyakan lebih jauh soal kendala penyidikan dan alasan lambannya proses hukum tidak mendapatkan respons lanjutan. Kapolres langsung meninggalkan tempat usai kegiatan.
Padahal, kasus ini termasuk delik biasa yang semestinya bisa ditangani secara terbuka dan cepat oleh penyidik. Hingga kini, belum ada kejelasan resmi terkait hasil penyelidikan maupun siapa pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian yang menewaskan dua anak berusia tujuh tahun tersebut.
Sebelumnya, tragedi yang terjadi pada Senin (11/8/2025) itu menelan korban dua siswa kelas 1 SDIT Ibnul Jazari dalam kegiatan ekstrakurikuler renang. Sejumlah dugaan kelalaian mengemuka—mulai dari minimnya pengawasan, kedalaman kolam di atas tinggi badan anak, hingga tidak tersedianya pelampung bagi peserta didik pemula.
Publik kini menagih komitmen aparat penegak hukum. Kasus yang seharusnya menjadi pelajaran penting soal keselamatan anak justru terancam tenggelam bersama waktu .
(Anto/tim)
KALI DIBACA



.jpg)
No comments:
Post a Comment