SMK ASY SYIFA Adakan Study Tour Ke Jogja, Surat Edaran Gubernur Jabar Diabaikan - Warta Global Jabar

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

SMK ASY SYIFA Adakan Study Tour Ke Jogja, Surat Edaran Gubernur Jabar Diabaikan

Saturday, 22 March 2025

KAB.BEKASI WARTAGLOBAL.ID Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ASY SYIFA Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan siap berangkatkan Study Tour ke Joga dengan biaya Rp. 2.500.000, setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 H di bulan April 2025.

  Berawal dari keterangan Wali murid, Ia mengatakan anaknya yang Sekolah di SMK ASY SYIFA yang Sekarang kelas 12, Ia kaget setelah ada pemberitahuan bahwa untuk merayakan pe lulusan dan pembagian IJAZAH akan dilakukan di Jogja dengan biaya jutaan rupiah per siswa. 

   "Emang benar bang. Study tor siap berangkat setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, sekitar bulan April 2025. Katanya sudah sepakat antara orang tua murid dengan pihak sekolah," ujar salah satu wali murid yang  namanya tidak mau di publikasikan Sabtu (22/3/2025).

   Mirisnya lagi para siswa-siswi kelas 12 wajib melunasi biaya sebesar Rp 2.500.000  baru bisa diberikan kartu ujian, jika tidak melunasi maka siswa dilarang masuk ujian sekolah.

   Dengan demikian pihak Sekolah tidak perduli dengan surat edaran Gubernur Jawa Barat terkait larangan study tour diluar Jawa Barat, maka SMK ASY SYIFA  Kabupaten Bekasi dengan keras Kepala, tetap bertekad memberangkatkan siswa siswi study tour ke Jogja, tidak perduli orang tua siswa-siswi mampu atau tidak.

   Dari hasil keterangan warga Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi (?) yang tidak mau disebutkan namanya  kepada awak media saat dikonfirmasi bahwa anaknya sekarang sudah kelas 12 SMK ASY SYIFA diharuskan melunasi biaya Ujian Sekolah sebesar Rp 2.500.000, uang tersebut bukan untuk biaya Ujian Sekolah saja, tapi untuk biaya penebusan ijazah dan biaya study tour. 

   Menurut (?) Ia sebenarnya tidak setuju dengan adanya study tour, sebab bukan hanya dirinya yang berhutang pinjam untuk menutupi biaya tersebut, bahkan ada yang sampai harus pinjam ke RENTENIR demi anaknya. 

  Ia berharap study tour tidak dilakukan, dengan dasar keadaan Wali murid yang sedang krisis, belum lagi menghadapi biaya hari raya Idul fitri, di keadaan Wali murid yang ekonomi nya sedang tidak baik pasti akan sangat menderita, akan tetapi mereka tidak bisa menolak demi anak, dan berharap campur tangan Gubernur Jawa Barat, dengan dasar surat edaran yang ada. 

  Sedangkan pihak sekolah belum memberi keterangan resmi, dan beralasan masih dalam kajian. 

  "Waalaikumsalam spertinya dari pihak sekolah tidak mengabaikan, semua itu masih dalam proses kajian dan kami dari pihak sekolah masih fokus pada ujian siswa. untuk lebih lanjutnya mungkin bapak bisa tanya langsung ke pihak sekolah ya setahu saya seperti itu tidak ada yang mengabaikan peraturan dari gubernur terima kasih", jawab salah satu Guru melalui via whatsapp. 

KALI DIBACA

No comments:

Post a Comment